Pembunuhan dan Mutilasi Rekan Kerja Wanita Perancis

Pembunuhan dan Mutilasi Rekan Kerja Wanita Perancis

Pembunuhan dan Mutilasi Rekan Kerja Wanita Perancis – Aksi keji dapat terjadi di berbagai negara, salah satunya adalah Perancis. Sophie Masala merupakan seorang wanita Perancis yang dituduh telah melakukan pembunuhan terhadap rekan kerjanya yang bernama Maryline Planche. Tidak hanya melakukan pembunuhan, Shophie juga memotong bagian tubuh korban dan membuangnya di sebuah kanal yang berada di Perancis. Ketika Sophie datang ke persidangan dengan mengenakan setelan berwarna hitam, ia mengaku telah membunuh rekan kerjanya tanpa kesengajaan. Meskipun merupakan berita terbaru, pembunuhan yang dilakukan oleh Sophie ternyata merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 2016 lalu. Peristiwa pembunuhan tersebut akan menghasilkan keputuhan pada bukan Oktober 2019. Jika Sophie terbukti telah melakukan pembunuhan, ia nantinya akan dikenakan hukuman seumur hidup. Keputusan akan diberikan pada tanggal 25 Oktober 2019 kemudian.

Dari hasil laporan yang dilakukan oleh kepolisian setempat, Sophie Masala mengunjungi sang rekan kerja di apartemennya yang berlokasi di Toulouse. Pertemuan kedua rekan kerja tersebut membuahkan pertengkaran yang cukup besar yang menyebabkan amarah Sophine Masala berkobar. Amarah yang dirasakan oleh Sophie dilampiaskan dengan cara memukul kepala korban dengan menggunakan botol berisikan anggur. Pada saat itu, botol anggur masih berada dalam kondisi yang penuh. Setelah melakukan pemukulan, Sophie kemudian memutuskan untuk pergi meninggalkan apartemen Maryline Planche. Ia pergi menuju ke tempat tinggal dimana suami dan anaknya tinggal. Beberapa hari kemudian, Sophie mendatangi apartemen Maryline kembali dengan membawa pisau keramik dan sebuah gergaji. Kedua benda tajam tersebut diduga digunakan untuk melakukan pembunuhan dan mutilasi jasad korban. Bagian tubuh korban dikabarkan ditemukan di dalam tas dan dibuang ke kanal sedangkan bagian kepala korban dimasukkan ke dalam ransel. Saudari Maryline Planche melaporkan orang hilang kepada pihak kepolisian Perancis. Dua hari berselang, pejalan kaki menemukan tubuh manusia yang terpotong di kanal du Midi. Polisi kemudian mengumpulkan bagian tubuh yang terpotong ke dalam 5 buah kantung sampah. Proses pengumpulan bagian tubuh yang dilakukan oleh kepolisian membuat proses identifikasi korban dapat dilakukan.

Kejadian yang menewaskan Maryline Planche membuat jaksa menuntut tersangka hukuman seumur hidup. Keputusan tersebut terjadi lantaran pelaku menumbuhkan kebencian kepada korban akibat kecemburuan profesi. Maryline telah bekerja di layanan penyandang disabilitas selama bertahun-tahun sedangkan Sophie merupakan pekerja baru yang bekerja di tempat pelayanan yang sama. Sophie Masala selalu memberikan bantahan bahwa ia melakukan pembunuhan dengan sengaja. Pengacara korban menjelaskan bahwa peristiwa pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh Sophie merupakan peristiwa yang mengerikan dan tidak manusiawi. Psikiater yang menangani kejiawaan Sophie menjelaskan bahwa Sophie memiliki mental yang baik dan layak untuk diadili. Peristiwa pembunuhan ini menambah daftar kejahatan yang terjadi di Perancis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!