Korban Tembak Masjid Perancis

Korban Tembak Masjid

Korban Tembak Masjid Perancis – Masjid merupakan tempat suci yang digunakan untuk beribadah. Sayangnya, ada beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan tindakan kriminal di rumah beribadah umat Islam tersebut. Pada bulan Oktober tanggal 28 lalu, insiden berdarah terjadi di area masjid Perancis. Pada kejadian naas tersebut, dua orang pria harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Menurut media setempat, seorang pria yang berusia 84 tahun dicuragai melakukan pembakaran dan penembakan di sekitar masjid. Sebelum melakukan penembakan, pria yang dicurigai sebagai pelaku penembakan melakukan pembakaran pintu masjid terlebih dahulu. Pria tersebut merasa terganggu ketika melakukan aksinya sehingga melepaskan tembakan. Setelah itu, sang terduga penembakan membakar mobil dan mencoba untuk melarikan diri. Akibat aksi penembakan yang dilakukan oleh terduga penembakan, polisi langsung melakukan pengejaran. Tersangka kemudian ditangkap di sekitar rumahnya yang berjarak 10 mil dari masjid.

Korban penembakan masjid Perancis sendiri merupakan jemaah masjid. Pada saat ditelisik lebih lanjut, tersangka merupakan kandidat pemilihan lokal untuk partai National Rally. Pada saat babak pertama pemilihan, tersangka mendapatkan 18 % suara. Fakta tersebut dikuatkan oleh Nicolas Bay yang merupakan salah satu anggota sekaligus sebagai sosok penting di National Rally. Menurutnya, tersangka merupakan kandidat yang pendapat dan idenya tidak sesuai dengan idealisme partai. Nicolas Bay bahkan menjelaskan bahwa tersangka penembakan di masjid Perancis merupakan seorang ekstremis. Tersangka penembakan bahkan telah dicopot dari daftar nama kandidat partai akibat garis dan semangat politik yang bertentangan. Kejadian penembakan di masjid Perancis mendapatkan perhatian dari presiden Perancis, Emmanuel Macron. Sang presiden mengutuk serangan penembakan masjid dan berjanji untuk memberikan perlindungan kepada warga muslim yang bermukim di Perancis. Dukungan kepada warga muslim Perancis juga datang dari Menteri Dalam Negeri, Christophe Castaner. Ia memberikan rasa solidaritasnya dengan memberikan dukungan kepada warga muslim Perancis.

Sebelum terjadinya penembakan di masjid Perancis, Macron telah bertemu dengan beberapa pemimpin muslim dan mendesak agar komunitas muslim Perancis meningkatkan perlawanan terhadap separatisme. Bulan Oktober lalu bukan satu-satunya peristiwa serangan terhadap masjid. Tahun 2007 lalu, ada sekitar 148 batu nisan yang diolesi dengan kata-kata cercaan terhadap muslim. Tidak hanya itu, di sekitar batu nisan juga diletakkan dengan sebuah kepala babi. Kepala babi bahkan ditemukan pula di pintu masuk masjid dan dilakukan oleh orang-orang anti muslim. Tahun 2015 juga menjadi tahun dimana anti muslim melakukan serangan terhadap warga di sekitar masjid. Tidak hanya tembakan, serangan terhadap masjid dapat berupa lembaran batu, granat dan bom api. Aksi kriminal tersebut tentunya memakan korban terluka yang cukup besar. Karena kejadian tersebut, pemerintah Perancis berupaya untuk memberikan perlindungan kepada warga muslim yang tinggal dan hidup di Perancis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!